Koramil Daruba Gagalkan Penyelundupan Lima Ton Bibit Jagung Subsidi ke Gorontalo

MOROTAI,HR—TNI Koramil 1508-05 Daruba berhasil mengamankan satu unit mobil Damtruk yang bermuatan 5 ton bibit jagung bersubsidi, yang akan diselundupkan dan dijual secara ilegal di Wilayah Provinsi Gorontalo, bersama Alce Buyung oknum pembeli jagung tersebut juga ikut diamankan, Selasa (9/10/2018). Setelah dimintai keterangan oleh anggota Koramil Daruba yang bersangkutan dilepaskan kembali dan diingatkan tidak mengulangi perbuatannya. 

Dari data yang dihimpun media ini, jagung-jagung ini dimuat menggunakan mobil truk berwarna merah dengan Plat Polisi DB 8536 FY, dan rencananya akan dibawah ke Gorontalo menggunakan Feri untuk dijual. Sayangnya belum sempat di tempat tujuan jagung-jagung tersebut diamankan anggota Koramil Daruba.

Pengaman jagung tanpa surat izin resmi ini, berawal ketika anggota Koramil mendapat informasi dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pulau Morotai bahwa adanya mobil truk yang isinya mencurigakan, setelah turun ke lapangan dan memeriksa mobil itu di temukan 5 ton jagung di dalam mobil. Sementara sang supir telah melarikan diri ke Tobelo sebelum anggota Koramil memeriksa mobil tersebut. 

Bantuan jagung bersubsidi itu sendiri diketehui bantuan dari pemerintah Morotai yang diberikan secara gratis ke masyarakat Pulau Morotai untuk di tanam. Sayangnya jagung itu tidak di tanam, melainkan dijual kepada Alce Buyung seharga Rp 30 ribu/karung untuk dijual kembali ke Provinsi Gorontalo.

Sertu Andi Leonard anggota Koramil Daruba ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa telah mengamankan bibit jagun tersebut. Untuk mengeklabuhi petugas, bibit jagung itu dibungkus dengan karung dan disimpan di dasar mobil,  kemudian di atas jagung itu digabungkan dengan karung kopra lainnya.”Setelah kami periksa, kami temukan jagung, langsung kami amankan,”katanya.

Sementara, Danramil 1508-05/Daruba, Mayor Inf Mulahaman, Ketika dikomfirmasi di Kantornya mengaku bahwa, pengamanan mobil itu hasil kerja sama Dinas Pertanian dan Koramil Daruba.

“Jadi pihak Koramil hanya sebatas mengawasi dan mengamankan barang yang mau di seludupkan, setelah itu barangnya di serahkan le Dinas Pertanian untuk di tindaklanjuti,”katanya.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut agar tidak terjadi kembali, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat penerima bantuan yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, agar barang yang sudah di berikan dapat dimanfatkan dengan baik, karena bantuan yang diberikan semata-mata untuk kepentingan dan kesejatraan masyarakat.

“Kita punya program yang namanya program padi, jagung dan kedelai (Pajale). Ini program kerja sama TNI dan Dinas Pertanian, jadi kenapa kita ambil kebijakan dengan mengamankan bibit jagung itu, yang namanya kerja sama, kita punya kewajiban untuk mengawasinya,”tuntasnya. (lud) 

Komentar Facebook
Baca Juga  Suami Pembunuh Istri di Desa Pitu Terancam Hukuman Mati

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.