Bawaslu Temukan Formulir Relawan AGK-YA di Pultab

TALIABU—-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) temukan pembentukan tim relawan pasangan calon (Paslon) Abdul Gani Kasuba dan M. Ali Yasin Ali (AGK-YA), melalui penyebaran formulir tim relawan di Desa Limbo dan Lahububak, Kecamatan Taliabu Barat (Talbar) Pulau Taliabu.

Ketua Bawaslu Pulau Taliabu Adidas La Tea,  mengatakan bahwa, kunjungan Bawaslu di Limbo tersebut, berawal dari monitoring atas supervisi  Selasa (2/10/2018) lalu, terkait dengan tahapan kampanye Pileg, dan tahapan pencermatan DPT PSU. 

Namun ketika tibanya di desa Limbo, kurang lebih sekitar satu jam, ada laporan masyarakat bahwa, ada tim-tim yang mengisi formulir, kemudian di janjikan dengan beberapa hal.

“Saya langsung tanyakan, itu di mana yang terjadi? kata pelapor, ada di desa Limbo dan Lahububak, saya bertanya, timnya ada? Ia ada kata pelaor, kalau begitu kita kunjungi saja, supaya kita bisa memastikan bahwa, informasi yang beredar itu benar atau tidak, supaya bisa klir masalahnya,”kata Adidas saat berkomuniksi dengan pelapor, kepada wartawan di ruang Pojok Pengawasan kantor Bawaslu, Jumat (5/10/2018).

Lanjut dia, ketika turun lapangan, dan setelah dikroscek ada warga yang sedang aktifitas itu, dan merekapun mengaku mereka adalah relawan dari salah satu Paslon yakni, relawan AGK-YA, jadi Bawaslu juga meminta untuk melihat formulir atau surat pernyataan mereka. 

“Setelah kita lihat, kita meminta untuk di sita, akan tetapi mereka berkeberatan karena itu barangnya mereka,”beber Ketua Bawaslu Pultab itu.

Dia mengaku, pihaknya tidak punya kewengan meyita formulir tersebut, jadi mereka keberatan, sehingga disamapaikan bahwa posisi PSU ini, di dalam ketentuan, sesuai dengan jadwal dari KPU Provinsi itu, memang tidak ada lagi jadwal sosialisasi atau kampanye, yang kedua, tidak ada lagi pembentukan relawan dan tim-tim karena, pembentukan relawan itu, hanya terjadi di saat kampanye beberapa bulan yang lalu dan itu terdaftar di KPU Propinsi dan tembusan ke Bawaslu Provinsi, penjelasan Ketua Bawaslu pada relawan AGK-YA.

“Nanti kami di tingkat Kabupaten menerima dokumen itu, secara berjenjang dan dokumen itu, di tahapan kampanye kemarin kita memiliki itu, dan itu hanya himbauan-himbauan kita, kemudian kita menyampaikan kalau misalnya, apa yang di lakukan teman-teman ini adalah dugaan pelanggaran, maka tidak menutup kemungkinan, kita akan kunjungi untuk memintai keterangan, atau nanti melakukan panggilan,”jelas Adidas.

Menurutnya, saat diadakan rapat perdana dengan Gakkumdu, kebutulan juga karena Kasat Serse di Bobong jadi rapat bersama, dan setelah rapat. Kata Adidas, ia menyampaikan apa yang terjadi di desa Lahububak, dan hasil kesepakatannya adalah, akan turun ke lokasi langsung untuk  memintai keterangan, karena sifatnya masih dugaan pelanggaran.

“Tadi kita turun, sampai di sana, awalnya sih berjalan baik, tapi beberapa menit kemudian, dari tim-tim atau relawan AGK-YA ini, mereka tidak menerima, dan mereka sampaikan, mereka bersedia untuk datang di  obong besok. Karena kita juga, sifatnya hanya meminta kalarifikasi, kita tidak ada unsur paksaan, jadi kita berikan surat atau undangan klarifikasi untuk besok ( hari ini) semoga besok hari mereka bisa hadiri, terkait dengan keterangan-keterangan yang kita butuhkan, jadi yang kita turun tadi itu, kita di internal Bawaslu dan penyidik Gakkumdu Pulau Taliabu,”tuturnya.

Terkait dengan dugaan pelanggaran tersebut, kata Adidas, belum bisa pastikan apa sanksinya, akan tetapi harus memintai keterangan terlebih dahulu, dari keterangan itulah bisa memastikan, apakah dia pelanggaran atau bukan, karena inikan sifatnya masih dugaan. Nanti dari keterangan-keterangan merekalah,  kemudian kita bisa simpulkan, apakah itu pelanggaran atau bukan.

“Formulir pernyataan itu, ada mencantumkan beberapa item yakni, DPT, nama desa, nomor urut dalam DPT, nama lengkap, NIK, harapan. Ada harapan-harapan, kalau misalnya Paslon yang mereka pilih itu, kalau terpilih, agar bisa memberikan bantuan perikanan dan air bersih,”jelasnya pada awak media.

Dia menambahkan, yang  diinginkan di sini adalah, apakah harapan-harapan ini, adalah keinginan simpatisan atau memang di janjikan oleh tim kampaye atau Paslon AGK-YA, ini yang di dalami melalui keterangan dari saksi-saksi ini.

“Saksi yang di undang itu, berjumlah 27 orang, 25 orang yang mempunyai formulir itu, sementara 5 orang lainnya adalah yang koordinator tim relawan di desa Limbo dan Lahububak,”tutupnya.(sb)

 

Baca Juga  Panwaslu Pulau Taliabu Siap Terima Laporan Masyarakat
Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.