Puluhan Satwa Dilindungi Berhasil Diamankan Polres Morotai

MOROTAI,HR——Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai berhasil mengamankan satwa dilindungi (burung) di Morotai yang akan diperjual belikan oleh masyarakat.

Hal ini dilakukan Polres Pulau Morotai setelah mendapat laporan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bahwa adanya sejumlah jenis satwa langkah di Pulau Morotai yang diperjual belikan. Setelah mendengar itu Polres langsung bergerak cepat turun ke lokasi di mana satwa-satwa tersebut diperjual belikan. 

Alhasilnya, tepatnya di Desa Wawama Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) tim Reserse yang diperintahkan Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikail P Sitanggang, S. IK. itu turun ke lapangan berhasil mengamankan puluhan ekor burung, sekaligus mengamankan oknum insial M penjual satwa dilindungi tersebut.

“Barang bukti yang diamankan, puluhan jenis satwa yang terdiri dari, burung kaka tua putih 5 ekor, nuri bayan 25 ekor, kasturi Ternate 44 ekor dan nuri kalung ungu 8 ekor dan total yang di amankan 82 ekor, kemarin burungnya sudah diserahkan ke Karantina Ternate,”ungkap Kapolres kerika temui Koran ini diruang kerjanya, Senin (01/10/2018).

Alasan orang nomor satu di Mapolres Pulau Morotai ini untuk tidak menampung barang bukti di Mapolres Pulau Morotai dan lebih memilih menyerahkan puluhan ekor burung langkah itu ke Karantina Ternate untuk dipelihara itu karena jika ditahan dikuatirkan satwa satwa ung tersebut akan mati.

Disentil apakah oknum yang menangkap, menampung dan menjual satwa itu juga ikut ditahan, Kapolres mengaku bahwa untuk oknum tersebut belum ditahan sebab yang bersangkutan masih dimintai keterangan. Namun Kapolres memastikan kasus ini bakal diproses lebih lanjut untuk memberi efek jerah kepada yang lainnya.

“Pelaku diancam pasal 21 ayat 2  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta,”jelasnya.

Selain puluhan satwa yang dilindungi, puluhan satwa yang dilindungi (kura-kura) ikut diamankan, tapi kura-kura tersebut sudah dilepaskan.

“Puluhan kura-kura sudah dilepas di Pulau Galo-Galo oknumnya tetap diproses untuk memberi efek jerah kepada yang lainnya, “terangnya sembari meminta pihak berwewenang turun ke Morotai gelar sosialisasi, karena sebagian besar masyarakat Morotai belum mengetahui satwa langkah yang dilindungi UU dan tidak boleh diperjual belikan,”tandasnya. (lud) 

Komentar Facebook
Baca Juga  100 Pelajar SMA Sederajat di Halut Ikut Bela Negara

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.