Warga Patani Timur Butuh Jembatan Penghubung

WEDA,HR—Warga lima Desa di wilayah Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halteng saat ini menginginkan perhatian pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membangun jembatan di dua sungai penghubung antar desa di wilayah setempat.
Pasalnya, Kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Timur tersebut saat ini warga Khsususnya Desa Masure, Peniti, Damuli, Nursifa, dan Sakam sering kesulitan bahkan terkadang tidak bisa melaksanakan aktifitas ke desa satu ke desa lain apabila dua sungai yakni Kali Gowonle pertengahan Damuli dan Nursifa-Sakam terjadi banjir Bandang, hal yang sama juga terdapat pada jalur Patani Timur menuju Patani Utara.

Dimana diantara pertengahan kedua Kecamatan itu warga sering terhalangi perjalanannya saat melintas dan melewati (kali) Biyauli tepatnya di Dusun Umdolafi dan Desa Palo. Fakta rakyat di wilayah tersebut jika musim hujan dan terjadi banjir, mereka terkadang tidak bisa lagi melewati dua kali tersebut karena tidak ada infrastruktur jembatan.

“Ini fakta yang tidak bisa kita tutupi, fakta bahwa sejauh ini belum ada pembangunan jembatan permanen yang bisa memudahkan warga melintas melewati dua jalur tersebut,”kata Ridwan Arif, Pemuda Patani Timur, Kamis (27/09/2018).

Ridwan sapaan akrab Ridho mengaku dirinya sendiri sudah berulang kali merasakan, bahkan terkadang jika naik Kapal Feri dari Sif dan menumpangi mobil menuju Patani Timur, perjalanan warga sering tertahan di kali dekat Desa Umdolafi, begitu juga warga di wilayah Desa Nursifa dan Sakam, mereka terkadang sangat merasakan penderitaan ini karena harus melewati dua sungai yang sering Banjir di tambah tidak di dukung dengan ketersedian jembatan untuk memudahkan arus lalulintas warga di wilayah tersebut.

“Kadang dua sungai ini jika banjir saat musim hujan, Pengendara baik roda dua dan roda empat tidak bisa lagi untuk tembus melewati kali tersebut, jika di paksakan pengendara harus menerima resiko karena sering ada yang hanyut terbawa banjir. Paling parah itu warga tidak bisa jalan sendiri, tali harus di temani atau bersamaan tiga sampai empat kendaraan agar saling bahu membahu mengangkat kendaraan mereka,”urai Ridwan yang juga aktifis gerakan Samurai Maluku Utara itu.

Ia berharap agar Pemda peka dan merespon dengan cepat persoalan dasar masyarakat yang selama ini menjadi penghalang dan penghambat aktifitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut. (red).

Komentar Facebook
Baca Juga  Kepala Rutan Weda Dinilai Tak Tegas Tindak Bawahannya

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.