Takut Hadapi Masa Aksi, Bupati Morotai Memilih Tak Berkantor

MOROTAI,HR—–Perilaku Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos Sangat disayangkan. Pasalnya, ketika ratusan masyarakat Morotai ingin menemui Bupati di kantornya, namun, Bupati Benny Laos lebih memilih bolos berkantor walaupun berada di Pulau Morotai. Bahkan lebih anehnya lagi, ketika tidak berkantor dan tidak mau melayani apa yang menjadi tuntutan masyarakat orang nomor satu di birokrasi Pemerintahan Morotai ini lebih memilih menerima tamu dari luar daerah.

Bahkan, perilaku Bupati Morotai sudah dilakukan berulang-ulang kali ketika masyarakat yang mau bertemu dengannya. Namun, keinginan dan kemauan masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi itu tidak pernah dihiraukan. Salah satu bukti paling nyata yang di tunjukan oleh Bupati Morotai, dimana Bupati tidak mau menerima masyarakat untuk Hearing, arogansinya itu terlihat ketika demo pengangkatan honorer dan K2. Dimana masyarakat mau bertemu dengannya di Kantor Bupati, akan tetapi, Bupati berhasil kabur lewat pintu samping kiri kantor Bupati. Ketika kabur dan pulang ke rumahnya di Mabes Balap. Bupati pun kembali berusaha kabur lewat pintu belakang. Sedangkan Pada aksi masyarakat nelayan kali ini. Bupati Benny Laos berada di Morotai, tapi tidak mau menerima aspirasi masyarakat tersebut. Akibat dari tindakan itu, masyarakat melakukan pengecaman terhadap pejabat tersebut.

“Bupati Benny Laos orangnya otoriter, diktator, sudah berulang ulang kali masyarakat sampaikan aspirasi, tapi tak satupun dia terima, bahkan, kabur lewat pintu belakang, ini artinya Bupati Morotai arogan karena tidak punya keinginan menerima masyarakat dengan baik,”kata Handi Asar, salah satu tokoh muda Morotai di sela-sela pergerakan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Morotai, Rabu (26/09/2018).

Ia lantas menyayangkan, perilaku pejabat seperti publik yang seperti ini, bahkan ia juga mengatakan jika perilaku pejabat publik seperti ini dipastikan akan selalu bermasalah dengan masyarakatnya. Sebab, tuntutan masyarakat tidak pernah direalisasi dan itu menjadi bumerang setiap saat.

“Saya pastikan, perlawanan rakyat terhadap Bupati sudah sangat besar, dan itu yang saat ini terjadi, bahkan, tidak hanya nelayan, hampir semua elemen di Morotai sudah menentangnya, tinggal momentum saja untuk bergabung, kalaupun tipe ini dipelihara maka dipastikan seperti bola salju, semakin lama semakin besar perlawanannya,”tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa, ketidakhadiran Bupati Benny Laos di kantor Bupati itu wajib hukumnya dipertanyakan. Sebab, disaat jam kerja. Bupati tidak berada di tempat, dan itu sudah berulang ulang kali.

“Kalau pegawai sehari saja dipotong TKD, lalu Bupati tidak masuk kerja, siapa yang potong tunjangannya, ini harus adil, jangan jangan Bupati memakan uang haram, karena ambil gaji tapi tidak kerja,”ujarnya.

Ketidakhadiran Bupati Benny Laos di Kantor Bupati, ternyata diklarifikasi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai Muhammad M Kharie. Sekda beralasan bahwa, Bupati tidak berada di kantor Bupati karena masih menerima tamu dari luar, diantaranya Danrem dan pihak kementerian.”Sejak kemarin kedatangan tamu, Danrem datang, 5 pimpinan Kodim, sampai saat ini mereka belum kembali, termasuk tamu dari kementerian PUPR masih di Morotai,”katanya.

Tidak hanya itu, Sekda kembali menyampaikan dengan alibih bahwa selain menerima tamu dari Danrem dan Kementrian PUPR. Bupati juga masih banyak menerima tamu lain pada keesokan harinya.

“Hari ini, dan besok terima tamu yang cukup banyak, rencana ibu menteri juga datang, Pemda fokus pada kagiatan tersebut, atas nama pemda memohon maaf,”tutupnya. (lud) 

Komentar Facebook
Baca Juga  Berharap Jalan Keliling Pulau Rao Jadi Jalan Nasional

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.