Uang Poktan Desa Igo Loloda Utara Diduga Disunat

TOBELO,HR—Alden Tukang salah satu warga desa Igo Kecamatan Loloda Utara, diduga sunat uang bantuan pengadaan benih jagung dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2018, untuk kelompok tani (Poktan) di Desa Igo sebesar Rp 12 juta.

Hal ini disampaikan Yoksan Pom, ketua kelompok satu, kelompok Tani Desa Igo kecamatan Loloda Utara, Selasa (15/05/2018)

Ia menjelaskan kelompok tani yang menerima bantuan pengadaan benih jagung dari Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara (Halut), ada empat kelompok dan satu kelompok berjumlah 32 orang namun dari empat kelompok yang menerima bantuan pengadaan benih jagung hanya kelompok dua, kelompok tiga, kelompok empat dan kelompok satu tidak menerima.

“Dari empat kelompok yang menerima bantuan hanya kelompok dua, kelompok tiga dan kelompok empat sementara kami sampai saat ini belum menerima ketika kami cek, di Dinas Pertanian Halut, ternyata uangnya sudah cair dan sudah diambil oleh Alden Tukang,” kata Yoksan Pom, Selasa (15/5/2018).

Ia mengaku telah menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan bersama Alden Tukang namun Alden tetap saja bersih keras tidak mau menggantikan uang yang telah dia terima dari Dinas Pertanian Halut. “Masalah ini kami sudah laporkan ke pihak pemerintah desa agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan setelah pemerintah desa mengudang, namun dia sendiri tidak mau mengikuti pertemuan lalu mengeluarkan statmen bahwa bantuan itu adalah bantuan kepentingan politik jadi biar di proses dia sendiri tidak akan mengantikan uang yang telah dia terima,” ungkapnya.

Ia mengatakan selama ini pihaknya tidak pernah mengetahui ada bantuan benih jagung dari Provinsi melalui Dinas Pertanian Halut, karena tidak ada sosialisasi.”Sebenarnya kami dari masyarakat desa Igo tidak tahu kalau ada bantuan bibit jagung dari pihak provinsi, padahal nama-nama kami sudah dimasukan dalam penerima bantuan dana dari provinsi dan saya di masukan dalam kelompok sebagai ketua dan lebih parah lagi tandatangan saya dan tandatangan kepalah desa di jiblak (tandatangan palsu) oleh Alden Tukang untuk mengeluarkan bantuan anggaran dari Provinsi melalui Dinas Pertanian Halut,” ungkapnya.

Sementara itu, Danel Tjuana selaku anggota kelompok satu juga membenarkan bahwa selama ini pihaknya belum menerima bantuan dari provinsi.”Saya tidak mengetahui adanya bantuan dari provinsi untuk desa, saya tahu ketika nama saya sudah dimasukan dalam kelompok penerima bantuan,”katanya.

Terpisa, Hendrik Tuyu, kepala Desa Igo kecamatan Loloda Utara mengatakan selama ini pihaknya tidak mengetahui ada bantuan dari provinsi melalui Dinas Pertanian Halut, nanti setelah ada masalah pembagian anggaran ke masing-masing kelompok baru dietahui.

“Saya sendiri selaku kepala desa tidak mengetahui kalau masyarakat saya mendapatkan bantuan dari provinsi melalui Dinas Pertanian Halut karena ketika bantuan itu masuk didesa, dinas terkait tidak memberitahukan kepada kami selaku pemerintah desa dan lebih aneh lagi tanda tangan saya dan cap desa di jiblak sebagai tanda bahwa kami dari desa menyetujui pencairan dana bantuan dari provinsi melalui Dinas Pertanian Halut kepada empat kelompok di Desa Igo,” jelasnya.

Dia menduga ada oknum di  Dinas Pertanian dan Alden Tukang telah bagun kerja sama karena tanpa sepengetahuan masyarakat,  telah memcantumkan nama-nama masyarakat desa Igo dan melakukan penjiblakan tandatangan ketua-ketua kelompok dan tandatangan kepala desa serta cap desa sebagai syarat untuk mencairkan dana bantuan dari provinsi melalui Dinas Pertanian Halut.(mn)

Komentar Facebook
Baca Juga  Proyek Jembatan Ake Wiwo Minta Diusut

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.