Nelayan Rawajaya Sepakat Tembok Pelabuhan Ditutup

TOBELO,HR—Permasalah penutupan pagar tembok oleh pihak pelabuhan Tobelo yang dipersoalkan masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar areal pelabuhan akhirnya dapat diselesaikan dengan kata sepakat.

Kesepakatan itu diperoleh, setelah dilakukan pertemuan antara masyarakat nelayan dan pihak pelabuhan Tobelo yang dipimpin langsung oleh kepala Pelabuhan Tobelo, Umar Ismael yang dihadiri Kades Rawajaya Tobelo, Iksan Madu, di kantor Pelabuhan Tobelo, Selasa (15/05/2018).

Kepala Pelabuhan Tobelo, Umar Ismail mengatakan dalan pertemuan tersebut disepakati bahwa masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar areal pelabuhan tetap melakukan aktifitas seperti biasa namun untuk masuk kedalam pelabuhan harus melalui pintu utama.”Nanti para nelayan yang masuk ke dalam pelabuhan tidak membayar karcis alias gratis, mereka diberikan kartu khusus,”kata Umar Ismail, usai pertemuan dengan para nelayan.

Selain itu, kata Umar, pihaknya membangun gudang untuk penyimpanan mesin laut dan alat tangkap nelayan di dalam areal pelabuhan.”Kami bangun gudang yang parmanen sehingga mesin dan alat tangkap nelayan aman, anggarannya berkisar Rp 40 juta,”ujarnya.

Menurutnya, semenjak dipercaya menjadi kepala pelabuhan Tobelo, dalam pikirannya hanya ingin membangun, karena itu, segala sesuatu yang terkait dengan pelabuhan segera diselesaikan.”Persoalan ini sudah lama tidak selesai, sejak kepala pelabuhan, Patahudin Rombo, padahal kalau kita bicara dari hati ke hati dan memberikan solusi pasti di terima,” ungkapnya.

Ia menambahkan sebagai putra daerah Maluku Utara, dia bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk daerah, apalagi pelabuhan Tobelo merupakan salah satu pelabuhan di Maluku Utara yang paling maju setelah pelabuhan Ternate.”Disisa usia pensiun ini saya akan bangun pelabuhan Tobelo, untuk untuk masyarakat Halut, ” tambahnya.

Lebih lanjut Putra Tidore ini mengaku telah melakukan revisi  rencana induk pelabuhan sehingga nantinya pelabuhan Tobelo dapat diperluas, “Sekarang saya usulkan untuk pemasangan pavling block di landasan peti kemas,” tandasnya.

Sementara itu, Amir Laisa salah satu  nelayan yang tinggal di areal pelabuhan menyampaikan terima kasih ke pihak pelabuhan Tobelo yang telah mengizinkan masuk diareal pelabuhan.”Kami sangat senang dengan kebijakan yang diambil kepala pelabuhan Tobelo, bahkan dibangun gudang untuk kami menyimpan alat pancing,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah nelayan yang tinggal di sekitar areal pelabuhan Tobelo menolak penutupan tebok pelabuhan, sebab mereka beralasan karena lokasi itu merupakan jalan keluar masuk ketika melakukan aktifitas memancing. (mn)

Komentar Facebook
Baca Juga  Halbar Kembali Dapat Bantuan Kementerian Pertanian

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.