Jelang Bulan Suci Ramadhan, Judi Togel Menjamur di Morotai

MOROTAI,HR—Menjelang bulan suci ramdhan 1439 Hijriah 2018, praktik judi  toto gelap (togel) menjamur di Kabupaten Pulau Morotai khususnya di pusat ibukota kabupaten (Daruba) kondisinya semakin memperihatinkan. Bahkan kinerja aparat kepolisian untuk menangkap para bandar togel dianggap sia-sia dan salah sasaran. 

Bagaimana tidak, dari pemberitaan yang kerap di dengar baik media cetak maupun media online, para juru tulis togel sangat empuk (mudah) disentuh oleh penegak hukum, akan tetapi para kelas atas atau bandar masyarakat menilai sulit untuk disentuh oleh pihak penegak hukum. 

Keluhan warga serta toko agama terus kerap berdatangan dan suara keluhan mereka (masyarakat dan toko agama) tengah diekspose melalui media cetak dan online, bahkan mereka bertanya-tanya, apakah merebaknya judi togel ini sangat tersembunyi, sehingga aparat kepolisian tidak mengetahui sepenuhnya siapa dalang dibalik penggerak judi tersebut. Lebih parahnya lagi efek negatif dari judi togel tersebut itu dapat membuat masyarakat dari kaum pri menjadi malas bekerja lantaran pekerjaannya sehari-harinya sudah cenderung pada pembahasan nomor tebakan yang berpeluang keluar itu. 

Keluhan ini diutarakan oleh salah seorang warga Daruba yang enggan namanya dipublis, Minggu (13/05/2018), mengungkapkan bahwa, di wilayah Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), peredaran judi togel sudah hampir memasuki satu tahun ini, namun Polisi baru berhasil meringkus dua orang pelaku judi togel di Desa Wawama. Bahkan menurutnya, penangkapan kedua pelaku judi togel itu bukanlah bandar togel akan tetapi para juru tulis togel. Sebab kalau masuk dalam kategori bandar adalah orang yang memiliki modal besar yang juga sebagai dalang dari judi togel tersebut.

“Saya terus bertanya-tanya apakah togel ini sudah dilegalkan,? ujarnya meski sudah tentu mengetahui aktifitas togel itu adalah ilegal, akan yang menimbulkan pertanyaan, kenapa polisi tidak bertindak menangkap bandarnya, saya jadi bibgung sendiri,”akunya.

Memang di lain sisi, Kata dia, sudah terdapat dua orang yang berhasil di ringkus polisi, tetapi di tangkap hanyalah level juru tulis, sementara bandar dan atau pemodal judi togel ini sama sekali tidak tersentu oleh serapan hukum.

“Apakah penangkapan juru tulis ini hanya menutupi mata publik, bahwa kepolisian eksis memberantas judi togel,”tanyanya.

Maka tak heran, lanjutnya, jika keluhan demi keluhan yang di sampaikan oleh kaum perempuan itu lantaran kaum pria ataupun suami mereka sudah tidak ingin bekerja lagi dan hanya ingin menghabiskan waktu dengan buku panduan tebakan mimpi.”yang di tangkap itu hanya juru tulis, sedangkan bandarnya lenggang kangkung bebas berkeliaran di luar sana,”cetusnya.

Tidak hanya itu, Ia juga meminta agar pihak kepolisian secepatnya menangkap bandar togel di Morotai, sebab jika pihak kepolisian hanya menagkap para juru tulis togel maka tidak akan mungkin Polisi mampuh memberantas togel di Morotai. 

Terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pulau Morotai, AKBP Michail P. Sitanggang Ketika dikonfirmasi melalui via whatsaap menyangkut dengan berkas kedua tersangka dalam waktu dekat akan diserahkan ke kejaksaan.

Dia menambahkan dari hasil pengembangan ada target lain untuk diamankan mengingat sudah menjelang bulan suci ramadhan ini.

“Untuk judi dan minuman keras (miras) jelang ramadhan tetap kita berantas, hanya saja saat ini kegiatan kita masih banyak,”pungkasnya. (lud) 

Komentar Facebook
Baca Juga  Ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Morotai Mogok Kerja

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.