Ketemu Petinggi Elnusa, Komisi II DPRD Halut Jadwalkan Panggil Asisten II 

TOBELO,HR—–Komisi II DPRD Halmahera Utara berencana memanggil Asisten II Pemkab Halut, Elias Lodingkene untuk dimentai keterangan terkait dengan pertemuan dengan petinggi PT. Elnusa Petrofin anak perusahan dari PT Pertamina (Persero) di Wayame, Ambon pada tanggal 15 Maret lalu.

“Pekan depan kita agendakan panggil asisten II pemkab Halut untuk dimintai keterangan terkait dengan masalah PT. Elnusa,” kata Ketua komisi II DPRD Halut, Janlis Kitong, Kamis (10/05/2018).

Menurutnya, langkah Asisten II Pemkab Halmahera Utara, Elias Lodingkene menemui petinggi PT. Elnusa Petrofin anak perusahan dari PT Pertamina (Persero) di Wayame, Ambon menjadi tanda tanya.

“Maksudnya apa, kalau mau ambil data pembanding kenapa harus ke Elnusa,” ujar Janlis.

Janlis menambahkan secara politik DPRD Halut telah menolak keberadaan PT. Elnusa Petrofin melakukaan aktifitas di kabupaten Halmahera Utara.”DPRD secara politik menolak PT. Elnusa beraktifitas di Halut,”tegasnya.

Untuk itu, dia menduga asisten II telah menerima sesuatu dari pihak Elnusa Petrofin, sehingga mengambil langkah menemui petinggi Elnusa Petrofin dan bukan pihak Pertamina.

“Bukti dokumentasi pertemuan Asisiten II dengan petinggi Elnusa Petrofin di Wayame Ambon pada tanggal 15 Maret 2018, sudah jelas,”katanya.

Sementara itu, kordinator solidaritas sopir angkutan BBM, Edy Yau berharap pemerintah Halmahera Utara dapat mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat, khususnya para sopir angkutan BBM.”Kami berharap bupati mengambil kepusan yang bijak sehingga tidak merugikan rakyat,” pintanya.

Menurutnya, ketika Pemda menerima PT. Elnusa Petrofin beroperasi di Halut maka pekerja lokal terancam kehilangan pekerjaan.

“Bupati harus memikirkan pekerja yang sementara bekerja di perusahan transportir BBM, ketika menerima PT. Elnusa maka Pertamina memutuskan kontrak dengan perusahan lokal,”katanya.

Untuk diketahui, DPRD Halmahera Utara melalui Komisi II menolak PT Elnusa Petrofin anak perusahan dari PT Pertamina (Persero) beroperasi di wilayah Halmahera Utara.

Baca Juga  Proyek Air Bersih di Tolonuo Selatan Tak Berfungsi

Putusan yang diambil oleh Komisi II DPRD Halut, dikarenakan PT Elnusa Petrofin yang sebagai pendatang baru dengan perubahan pola tarif menjadi All-in- Plus, Maluku-Papua yang dinilai merugikan sopir angkutan BBM lokal.

Selain itu, keberadaan PT Elnusa Petrofin selama enam bulan di Halut, tidak pernah diketahui oleh pemerintah daerah karena mereka tidak memberitahukan, dan juga kehadiran PT Elnusa Petrofin mematikan perusahan lokal yang sudah puluhan tahun melaksanakan bisnis transportir angkutan BBM.

Bahkan kehadiran PT.Elnusa Petrofin juga didemo puluhan sopir angkutan BBM yang tergabung dalam Solidaritas Sopir Angkutan BBM di Terminal Pelabuhan BBM Kupa Kupa. Mereka menolak PT Elnusa Petrofin melakukan aktivitas di Halmahera Utara. (mn)

Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.