Direktur LPMUKP Hadiri Festival Maksaira di Kepulauan Sula

SANANA,HR-Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Sarif Syahrial menghadiri festival Maksaira di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula (Kepsul), Minggu (15/4/2018).

Bupati Kepsul Hendrata Thes, mengaku kehadirin Drektur LPMUKP untuk dapat menyaksikan spot potensi  perikanan dan kelautan di Kepsul. Menurutnya, masih sangat sedikit potensi alam yang dimanfaatkan dan dikelola baik perikanan pangkal maupun budidaya perikanan.

“Untuk pengembangan sektor perikanan di Kepsul, yang jadi kendala adalah masalah fasilitas masih terbatas, seperti alat tangkap masih bersifat tradisional, belum maksimalnya industri perikanan seperti pabrik es dan tempat pelelangan ikan,”ungkap Bupati kepada Drektur LPMUUKP Sarif Syahrial.

Selain itu, potensi budi daya perikanan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan sebagai pengembangan kawasan unggulan atau disebut dengan Wino Politan dimana kawasan sentral pengembangan kawasan budidaya merupakan kawasan agribisnis yang bertumpuh pada sumber daya lokal,.

“Potensi yang dikembangkan adalah budi daya rumput laut serta potensi dukungan keramba jaring apung yang tersebar di kawasan yang dianggap starategis,”tuturnya.

Bupati juga menyampaikan beberapa hal kepada Drektur LPMUUKP Sarif Syahrial, bahwa potensi perikanan dan kelautan Kepsul juga memiliki panorama bawah laut yang unik dan masih alami dengan ekosistemnya yang masih lestari.

Kepsul kata Bupati berpeluang menjadi daerah tujuan wisata bahari karena secara geografis wilayah ini berada di tiga segi terumbu kareng meliputi perairan Indonesia, Malaysa dan Papua Nugini dan Philipina.

“Kawasan ini memiliki keanekaragaman bawah laut yang berpeluang menjadi daerah tujuan wisata,”ungkapnya.

Dikatakannya, bedasarkan potensi tersebut, Pemkab Kepsul dalam rencana pengembangan program terfokus. Pertama, membangun daerah industri perikanan pertanian dan parawisata berbasis wawasan dan teknologi tetap guna.

Kedua,  menjadikan Kepsul sebagai daerah tujuan wisata di Maluku Utara. Ketiga, pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Dia menambahkan, untuk mendukung industri pariwisata nasional, Festival Maksairah dan Mancing Ikan Kerapu peserta terbanyak sebagai bukti bahwa Kepsul kaya akan potensi sumber daya lautnya dan tercatat dalam Rekor Muri Indonesia.

“Saya melihat Festival Maksaira tahun ini masih banyak kekurangan dari segalah aspek akan dievaluasi, sehingga tahun depan lebih meriah dan spetakuler,”ujarnya.

Bupati berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelauatan memberikan ruang dan akses kepada Pemkab Kepsul, lebih lagi untuk menjadikan festival Maksairah sebagai program.(sb)

Komentar Facebook
Baca Juga  IRT di Sanana Tewas Tertembak Senapan Anggota Brimob

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.