Pemuda Pemerhati GMIH Desak Polisi Periksa Penyebar Informasi Hoax

TOBELO,HR—–Pemuda Pemerhati Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) mendesak Polres Halmahera Utara memeriksa Gilbet Towonaung, pendeta Lewian Sambaimana dan pendeta Alven Ternate, karena diduga telah memberi informasi hoax terkait dengan putusan Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasi masalah GMIH.
Hal tersebut dikatakan koordinator Pemuda Pemerhati GMIH, Riko Djanti, Kamis(13/04/2018).
Menurut Riko, Kapolres segera memanggil ketiga oknum tersebut, untuk mengklarifikasi atau bertanggungjawab terhadap surat edaran yang intinya menyita eksekusi aset GMIH yang berada di jalan Kemakmuran Tobelo, padahal tidak ada dalan diktum putusan Mahkamah Agung.
“Mereka perlu diperiksa dan diproses secara hukum, dengan perundang undangan yang berlaku di negara ini,” tegasnya.
Atas surat edaran tersebut, tambahnya, membuat keresahan dan kegaduhan ditengah tengah kehidupan umat beragama khususnya warga GMIH 1946.”Sudah ada letupan kecil di tengah warga GMIH di desa Pelita dan desa Kakara B,” katanya.
Ia menambahkan terhadap putusan MA, kelompok Vak I telah melakukan interpretasi atau penafsiran secara bebas yang sudah tidak rasional, obyektif lagi, bahkan telah melampui badan peradilan.”Mereka mengklaim seakan bertindak sebagai juru sita, olehnya itu, kami minta kepala PN Tobelo memberikan teguran keras kepada Gilbet Towonaung, Lewian Sambaimana dan Alven Ternate,” ujarnya.
Riko juga meminta Pemda Halut, lewat Forkopimda agar terus mengupayakan dan melaksanakan mediasi kedua belah pihak untuk melakukan proses rekonsiliasi.”Jika mereka tidak mengindahkan lalu terjadi konflik maka Pemda memerintahkan pihak berwajib untuk menangkap aktor dibalik semua itu,” katanya.
Karena itu, lanjut Riko, tetkait dengan prahara GMIH, yang sudah sampai pada tingkat putusan MA, pastinya semua harus menghormati dan mengikutinya, namun tidak berarti perkara sudah selesai tetapi masih ada langkah hukum lain yakni peninjauan kembali.
“Untuk diketahui dalam diktum putusan MA tidak ada yang menang dan yang kalah, dan tidak ada perintah eksekusi,” tandasnya.
Terpisah, salah satu anggota DPRD Halut Janlis Kitong menyampaikan apresiasi kepada pemuda peduli GMIH yang telah menyampaikan upaya perdamaian kepada Pemda Halut.”Saya pikir Pemda jangan bosan-bosan memanggil semua pihak untuk memberikan solusi dalam upaya rekonsiliasi,” katanya.
Ia juga berharap dalam menyelesaikan masalah GMIH harus dilakukan dengan cara bijak sehingga tidak ada yang tersinggung.”Polemik GMIH harus segera di sudahi, jangan lagi ada yang merasa menang dan yang kalah tapi ini sudah menjadi jalannya tuhan,” tandasnya.
Sedangkan, Kabag OPS Polres Halut, Kompol J. Metareang mengatakan laporan terkait dengan informasi hoax bakal dilakukan gelar perkara.”Nanti kita lakukan gelar perkara dulu, apakah di tindaklanjuti atau tidak,” ujarnya.
Mantan kasat Intelkam Polres Halut ini berharap kedua belah pihak menahan diri, untuk mencari solusi yang terbaik.”Kami berharap semua pihak untuk mecari solusi,” pungkasnya. (rma)
Komentar Facebook
Baca Juga  Opster TNI di Morotai Resmi Dibuka

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.