Kampanye MK-MAJU, Ali Sangaji Kritisi Kebijakan Bupati Beny

MOROTAI,HR-Menghilang semenjak kalah dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pulau Morotai 15 Februari 2017 kemarin, Ali Sangaji, tiba-tiba saja muncul dihadapan masyarakat Pulau Morotai pada malam kampanye kandidat Calon Gubernur Maluku Utara (Malut) Muhammad Kasuba (MK), di Desa Daruba Pantai Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Senin (12/3/2018). Kemunculan Ali di Morotai kali ini sebagai tim pemenang MK-Maju.

Menariknya lagi pada saat kampanye MK tersebut Ali ditunjuk sebagai jurkam. Tak tanggung-tanggung, Ali pun melontarkan beberapa kritik pedas terhadap kebijakan Bupati Benny Laos dan Wakilnya Asrun Padoma. 

“Kalau pemimpin lahir dari pengusaha maka APBD kita akan dirampok, jadi lihatlah pemimpin itu bukan berlatar belakang pengusaha atau pun kontraktor, kalau tidak hak kita akan dirampok,”cetus Ali dalam kampanyenya.

Ia juga sempat mencontohkan, jika pemimpin itu berlatar belakang pengusaha atau pun Kontraktor. Menurutnya, Jika pemimpin berlatar belakang pengusaha sudah barang tentu perusahannya tidak akan di kait kaitkan dengan jabatan yang di pangkunya, yang jelas perusahannya itu akan di kendalikan oleh saudaranya.”Contohnya saya menjadi Gubernur tetapi latar belakang saya pengusaha tidak mungkin perusahan saya tetap atas nama saya, pasti akan saya berikan perusahan itu ke Saudara saya, contohnya, Nurlaila Sangaji, Mut Sangaji dan sodara saya yang lain, sebab ada aturan yang membatasi itu,”Sindir Ali.

Tidak hanya itu, Ali juga sempat menyindir soal kebijakan Benny terkait pemecatan ribuan tenaga honorer, yang menurutnya sangat berpengaruh pada stabilitas ekonomi masyarakat kecil.

“Andaikan kemarin saya jadi Bupati, maka honorer tidak akan saya pecat, tetapi justru akan di tambah. Jangan terlalu memprioritas pembangunan fisik, karena hal ini hanya membuat perputaran uang di pasar mati, dan ini tentunya mempengaruhi pendapatan pedagang kecil kita yang ada di Morotai. Buktinya, ketika honor dipecat mereka keluar dari Morotai, apa yang terjadi mati kan ekonomi kita, tomat, rica, tampurung sampai gonufu pun sudah tidak laku,”sindirnya kembali.

“Jadi APBD itu jangan di kuras ke pembangunan fisik, APBD itu harus banyak belanja pegawai, agar puturan uang kita bisa stabil. Saya warga Morotai wajar kalau saya harus kritisi APBD Morotai, karena di dalamnya ada hak saya,” pungkasnya. (hk)

Komentar Facebook
Baca Juga  Keberangkatan CJH Morotai Menunggu Embarkasi Makasar

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.