Diduga Korupsi Dana Desa Indari Mengalir ke DPMD Halsel

LABUHA,HR–-Kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Desa Indari Kecamatan Bacan Barat, kembali disorot. Pasalnya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan ole Aliansi Indonesia (AI) Kabupaten Halmahera Selatan ada kejanggalan dalam proses pencairan. Bankan ada dugaan sejumlah anggaran DD mengalir ke Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan.

“Hasil investigasi yang kami lakukan ditemukan banyak kejanggalan, seperti pencairan DD tidak ada koordinasi denga  camat setempat berupa rekomendasi. Selain itu dalam LPJ Indari ditemukan 18 item kegiatan fisik maupun non fisik yang ganjil,”ungkap Ketua Aliansi Indonesia ( AI) Sarjan Talib kepada Wartawan di Caffe Marimoi Tomori Labuha, Minggu (11/3/2018).

Menurutnya, DPMD yang seharusnya menjadi pembimbing justru terkesan acuh.Padahal jika diteliti ada yang ganjal dalam LPJ Indari. Parahnya lagi, paska dilapokan bulan lalu ke Kejari Halsel, sampai saat ini belum diusut. Apabila kasus ini tidak diseriusi pihaknya mengàncam akan laporkan ke Kejagung dan KPK.

“Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Labuha namun hingha kini masih berteduh di meja penyidik kejari Halsel,”ungkapnya.

Terpisah Kasi Intel Kejari Halsel, Indra Gunawan mengaku tim penyidik sudah turun ke Desa Indari, namun pihaknya tidak bisa mencampuri pasalnya saat laporan masuk dirinya sedang cuti.

“Sudah ada tim yang turun ke lokasi, saya sedang cuti kemarin jadi belum tahu hasilnya,”tuturnya.

Sekedar diketahui, warga Desa Indari melaporkan Kades Indari Jufri Arif ke kejari setempat, menyusul adanya dugaan penyelewengan DD pasca dijabat Jufri Arif.(echa’L)

Komentar Facebook
Baca Juga  Target Kuasai Kursi DPRD, PDIP Siap Rebut Kursi Ketua DPRD Halsel

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.