Pemda Polisikan Anggota DPRD Morotai

MOROTAI,Halmahera Raya.Info– Pemkab Pulau Morotai akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan anggota DPRD Morotai, Mic Bill Abdul Aziz ke penyidik Polres Pulau Morotai. Langkah hukum diambil Pemkab, karena bagi Pemkab anggota komisi I ini tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan mobil dinas yang digunakan.
Hal ini diungkapkan langsung, Sekda Pulau Morotai, Muhammad M Kharie kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (8/1/2018).
Mantan Kadis Perhubungan menegaskan secara resmi telah melaporkan anggota DPRD atas nama Mic Bill Abdul Aziz.
“Jumat (5/1/2018) kami secara resmi melaporkan Mic Bill ke Polres, kami menilai Mic Bill tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan mobil dinas (Mobdin) yang digunakan, di mana saat anggota Satpol-PP menertibkan mobdin rumahnya, kerangka mobdin berupa mesin dan roda mesin telah dibuka, padahal sebelum penertiban dilakukan mobdin baik-baik saja, itu artinya Mic Bill tidak memiliki itikad baik, jadi jalur hukum adalah solusinya,”tegas sekda.
Sekda menjelaskan, mobdin yang berada di tangan Mic Bill Abdul Aziz adalah merek Hailux yang diberikan anggota DPRD sebagai penunjang untuk berkantor. Namun, mobdin itu seharusnya tidak digunakan seorang diri oleh Mic Bill melainkan anggota DPRD lainnya boleh dipergunakan mobdin itu, karena mobdin itu diberikan ke seluruh anggota fraksi.”Jadi yang mendapatkan mobdin unsur pimpinan, ketua komisi dan ketua BK, diluar yang disebut tidak diwajibkan untuk mendapatkan mobdin, sementara mobdin yang berada ditangan Mic Bill itu bisa digunakan anggota DPRD lainnya, karena Mic Bill anggota DPRD biasa, itu artinya mobdin yang digunakan Mic Bill bisa digunakan anggota DPRD lainnya. Namun yang terjadi Mic Bill menggunakannya sendiri, ini tidak kami persoalkan, yang kami persoalkan disaat melakukan penertiban aset, Mic Bill tidak mau mengembalikan mobdin tersebut,”kesalnya.
Tak hanya sampai disitu, Mic Bill juga disebut salah menggunakan aset pemerintah lainnya berupa mobdin truk milik Dinas Sosial, dimana mobdin tu juga telah digunakan secara pribadi.”Benar mobdin itu sudah rusak, tapi jangan ditambah dirusakin kemudian ditaruh ditempat usaha kafenya, ini aset daerah, kalau rusak dikembalikan ke pemerintah, kalau pemeriksaan siapa yang bertanggungjawab, “timpalnya.
Selain itu, Sekda juga menuding Mic Bill sebagai otak profokasi dibalik masyarakat yang memprotes Pemkab melakukan penertiban petugas kebersihan, sehingga petugas kebersihan mogok kerja dan menyebabkan sudut kota sampai berserakan dimana-mana.
“Bayangkan saja Mic Bill sebagai otak dimana dia mengurus masyarakat menghambur-hamburkan sampah didepan kediaman bupati, kemudian di foto dan diposting di media sosial, anggota DPRD juga kan sebagai pemerintah, masa membuat hal-hal seperti ini, ini kan aneh, “imbuhnya.
Terpisah, Mic Bill Abdu Aziz saat dikonfirmasi terkait pernyataan Sekda yang menyebut telah melaporkannya ke pihak yang berwajib, Mic Bill mengaku mempersilahkan Sekda melaporkannya ke pihak yang berwajib. “Silahkan saja laporkan, tapi perlu saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah manahan mobdin itu seperti yang disebut sekda, mobdin ada di rumah dan mau diambil silahkan,”imbuhnya.
Mic Bill juga meluruskan pernyataan Sekda yang menyebut dirinya telah memprofokasi masyarakat memprotes Pemkab, karena dampak dari pemberhentian tenaga kebersihan membuat sampah berserakan di sudut-sudut kota.”Pejabat itu bicara harus punya etika, dan bicara itu harus ada bukti, jangan bicara ngawur seperti itu, saya akan laporkan yang bersangkutan ke polisi atas pencemaran nama baik, “tuturnya.
Mic Bill kembali menuding, bahwa tes TKD itu bukan atas kebijakan bupati, melainkan kebijakan Sekda, dimana Sekda yang berkeinginan agar tes itu harus digelar.
“Sebagai pejabat kebijakan harus pro rakyat, ini pejabat goblok bicara tanpa bukti, saya tunggu 1×24 jam, kalau sekda tidak mengklarifikasi pernyataannya maka saya yang akan laporkan Sekda ke Polisi,”tegasnya.(hk)
Komentar Facebook
Baca Juga  Dendam Politik Berimbas ke Perangkat Desa

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.