Warga Tabobo Tidak Mau Bergabung Dengan Halbar

TOBELO,Halmahera Raya.Info-Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Halmahera Utara, Fahri Yamin mengatakan keinginan segelintir orang warga desaTabobo yang kalah dalam pertarungan pemilihan Kepala desa (Pilkades) mau bergabung menjadi warga di kabupaten Halmahera Barat, tidak di soal karena itu merupakan hak setiap warga negara.

Hal tersebut disampaikan Fahri Yamin merespon pernyataan Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Halmahera Barat, Rustam Fabanyo.

Menurut Fahri, fakta yang terjadi dilapangan itu, bukan kelembagaan desa dan masyarakat keseluruhan yang menyatakan bergabung dengan pemerintah Halmahera Barat, melainkan segelintir warga desa Tabobo kecamatan Malifut yang kalah pada Pilkades kemudian kecewa dan ingin menjadi warga Halmahera Barat.”Itu hak warga negara, mau memilih jadi warga Halbar atau Papua bahkan mau keluar negeri jadi warga Amerika silahkan kami tidak melarang, tinggal buat kartu pindah penduduk saja, tetapi desa tidak harus ikut pindah,” jelas Fahri Yamin kepada Halmahera Raya.Info, Sabtu (9/12/2017).

Dikatakannya, setiap pemilihan, baik presiden hingga kepala desa pasti ada yang terpilih sebagai pemenang, untuk itu bagi yang belum dipilih rakyat harus menerima kenyataan.”Intinya calon Kades dan pendukung tidak siap kalah, kemudian mengiring opini bergabung dengan Halbar, agar mendapat perhatian, “katanya.

Dia menambahkan situasi dan kondisi didesa Tabobo sangat kondusif pasca pilkades 4 Oktober lalu, namun mendekati pelantikan yang dijadwalkan pada tanggal 12 Desember ini, mulai dibuat gaduh dengan memasang baliho bertuliskan kalimat profokatif.”Saya dan pengurus Apdesi sudah turun ke desa Tabobo, bahkan pelayaan pemerintah desa berjalan normal, sebagain besar warga Tabobo tidak mau bergabung dengan Halbar,”ungkapnya.

Dia bahkan balik menuduh ketua Apdesi Halbar, Rustam Fabanyo tidak memahami persoalan di desa Tabobo, sehingga penjelasannya tidak berdasar.”Beliau itukan tidak tahu persoalan didesa Tabobo, jadi penjelasan juga tidak berdasar,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan desa Tabobo merupakan wilayah dari kecamatan Malifut dan bagian dari kabupaten Halmahera Utara, sehingga tidak elok digiring bergabung dengan Halmahera Barat, seperti yang terjadi dengan enam desa.”Pemkab Halbar tidak usah lagi menggiring opini, cukup sudah dengan persoalan enam desa di Kao Teluk dan desa Roko di Galela Barat,” tandasnya.(mn)

Komentar Facebook
Baca Juga  Kejari Halsel Didesak Usut Dugaan Korupsi Jampersal

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.