KNPI Haltim Desak Camat Wasteng Undur Diri

MABA,Halmahera Raya.Info – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mendesak Basman Robo mengundurkan diri dari jabatan Camat Wasile Tengah (Wasteng).

Ketua KNPI Haltim Zulkifly Djafar mengatakan, selain tidak melaksanakan disiplin ASN yakni berkantor sesuai hari kerja, Basman Robo juga dinilai tak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai camat.

“Jadi datang hari senin berkantor, hari jumatnya sudah pulang ke Tobelo, dia tidak menetap di Wasile padahal ada rumah dinas,” kata Zulkifly, Selasa (14/11).

Selain itu, Basman dianggap kurang peka terhadap kebutuhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Misalnya seperti saat jembatan beton penghubung antara Desa Lolobata dan Desa Boki Maake mengalami kerusakan, yang terpaksa harus turun memperbaiki adalah masyarakat tanpa ada uluran tangan pemerintah dalam hal ini pemerintah kecamatan.

“Ini kan bukan jembatan di tengah-tengah satu desa, tapi menghubungkan dua desa, untuk itu setidaknya camat harus melihat kebutuhan masyarakat yang paling mendesak ini, jangan nanti masyarakat harus turun memperbaikinya,” tegas dia.

Tambah Zulkifli, Basman bahkan hingga kini tidak pernah memediasi dan menyelesaikan masalah pengambil alihan lahan perkebunan yang dilakukan warga Desa Silalayang di kawasan perkebunan Walang.

Padahal, lahan perkebunan itu adalah hak dari masyarakat 4 desa, yaitu Desa Puwao, Desa Hate Tabako, Desa Boki Maake, dan Desa Lolobata.

Ironisnya lahan yang secara geografis masuk wilayah Puwao, itu sudah dibuatkan sertifikat hak milik oleh warga Silalayang yang notabenenya adalah warga pendatang asal Sanger, Sulawesi.

“Ini sudah menjadi polemik yang panas di tengah masyarakat, karena sudah berapa kali dilaporkan ke aparat kepolisian di Pos Pol Wasile Tengah namun sampai saat ini tidak pernah diambil langkah hukum. Dan dalam hal ini camat pun sampai saat ini tidak mengambil langkah-langkah mediasi, maupun penyelesaian,” ungkapnya.

Atas sejumlah persoalan tersebut Zulkifly menegaskan dirinya memberikan deadline selama satu minggu kepada camat. Jika tidak segera diselesaikan maka KNPI secara kelembagaan akan mendesak Bupati Rudy Erawan untuk mencopot yang bersangkutan dari jabatannya. 

“Dalam rentang waktu satu minggu apabila camat tidak menindaklanjuti sejumlah persoalan itu maka KNPI secara langsung maupun tidak langsung akan mendesak Bupati Rudy Erawan agar segera mencopot camat dari jabatannya,” tegasnya mengakhiri.(azk)

Komentar Facebook
Baca Juga  Dukung Rencana Panwas, AMAN: “Harus ada Perlakuan Khusus”

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.