Gunakan Pemain Ilegal, Persiter U-17 Didiskualifikasi dari Piala Soeratin 2017

YOGYAKARTA — Gugatan kepada Persiter Ternate U-17 di ajang Piala Soeratin 2017 yang dilakukan oleh Persita Tangerang dan Tiga Naga (Riau) nampaknya membuahkan hasil. Meski belum ada statement resmi dari Pandis maupun PSSI terkait hasil sidang terkait Persiter ini, namun sinyal hukuman diskualifikasi nampaknya sudah menyeruak.

Ini setelah Persita Tangerang U-17 mengaku sudah mendapatkan undangan untuk mengikuti manager meeting laga final U-17 Piala Soeratin 2017 pada Jumat (27/10) besok. Laga puncak sendiri akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Sabtu (28/10) mendatang.

Dengan demikian, Persita akan menjadi lawan Penajam Utama FC (Kaltim) di laga final. “Malam ini kami baru saja menerima undangan melalui Whatsapp untuk manager meeting final Piala Soeratin 2017,” ujar pelatih Persita U-17, Wawan Hermawan sebagaimana dilansir TopSkor.id, Kamis (26/10/2017) malam.

Sebelumnya, Tiga Naga adalah tim yang dikalahkan Persiter di perempat final, sedangkan Persita takluk di semifinal. Kedua tim ini melayangkan gugatan kepada Panitia Disiplin Piala Soeratin U-17 2017 dan PSSI, terkait dugaan Persiter memakai pemain asli tapi palsu dan pencurian umur.

Pengertian asli tapi palsu adalah Persiter diduga mendaftarkan pemain memakai semua berkas yang sah dan valid, tetapi pemain yang diturunkan di lapangan dicurigai berbeda dari yang didaftarkan dan yang telah disahkan.

Dari sumber dalam Persiter yang namanya belum mau disebutkan,TopSkor.id mendapat keterangan bahwa ada 4 pemain yang pendaftarannya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Namun dari 4 pemain itu baru 2 yang sudah ada bukti-buktinya.

“Pemain dengan nomor punggung 24 terdaftar dengan ijazah bernama Arip M Samsudin. Kelahiran Saria Jailolo Halbar Provinsi Maluku Utara, asal sekolah SMK Desa Banehena. Dengan posisi penyerang sayap. Diindikasikan dari kecocokan foto di akun facebook bernama Gunawan Ade dengan kelahiran pada tahun 1998,” kata sumber tersebut.

“Kemudian pemain dengan nomor punggung 13 terdaftar dengan ijazah bernama Munawar Idris. Dengan posisi penyerang. Diindikasikan dari kecocokan foto di akun facebook bernama Abjahan Idris, dengan kelahiran asli th 1998, lulusan SMK 2 Tidore, sumber itu, menambahkan.

Sebelumnya, Manajemen Persiter sendiri memang mengakui jika ada protes yang dilayangkan pada tim dari Indonesia timur ini. “Kami sudah dipanggil dan konfirmasi oleh panitia terkait dua hal tadi. Tapi yang perlu digarisbawahi disini adalah bahwa semua pemain yang kami bawa ke Soeratin 2017 adalah sudah sesuai dengan regulasi,” ujar asisten manajer Persiter, Arjuna Ibrahim, kemarin.(af)

Komentar Facebook
Baca Juga  Bawaslu Malut Upacara Bendera Peringati Hari Lahir Pancasila

Leave a Comment