Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Irfan Soekonay Terancam 9 Bulan Penjara


TOBELO, HR— Penyidik Polres Halmahera Utara terus mendalami kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Taufan Biskali kepada ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Halmahera Utara, Irfan Soekonay. kasat Reskrim Polres Halmahera Utara, AKP Rusli Mangoda mengatakan, penyidik Sat Reskrim Polres Halut telah memeriksa tiga orang saksi terkait dengan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor, IS salah satu oknum anggota DPRD Halut
” penyidik telah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan masih ada lagi saksi lain yang kami minta klarifikasi ,” kata Kasat Reskirm Polres Halut, AKP Rusli Mangoda, jumat (29/03/2019).
Ia menjelaskan, pihak yang diperiksa sebagai saksi adalah yang mengetahui pembicaraan terlapor terhadap pelapor. “Jadi kita periksa dulu saksi-saksi kemudian baru dilakukan gelar perkara,” ujarnya.
Menurutnya, jika sudah selesai pemeriksan saksi-saksi maka segera dilakukan gelar perkara untuk menentukan satusnya apakah ditingkatkan ke penyidikan atau dihentikan, ” jadi intinya penyidik masih melakukan penyelidikan jika statusnya sudah ada maka kita segera menetapkan tersangka,” ucapnya.
Ia menambahkan dalam kasus tersebut, penyidik menjerat dengan Pasal 311 KUHP pasal 1 yang menyatakan barang siapa yang sengaja menentang kehormatan atau nama baik orang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang hal hal yang perlu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan penjara keamanan paling lama sembilan bulan atau penjara denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah .
Sementara itu, Taufan Bisakali berharap kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan itu secepatnya di proses sehingga bisa ditetapkan tersangkanya, ” saya merasa dirugikan dengan ungkapan dari terlapor terhadap diri saya kepada saksi-saksi,” katanya.
Menurutnya, apa yang disampaikan terlapor kepada saksi-saksi semuanya tidak benar, sehingga ia terpaksa membuat laporan pencemaran nama baik, ” saya buat laporan ini agar menjadi pembelajaran, jangan karena sudah menjadi anggota DPRD tapi bicara se enaknya,” tandasnya.
Seperti diketahui, terlapor Taufan Biskali meloporkan Irfan Soekonay terkait dengan pencemaran nama baik, berawal dari cerita Irfan kepada beberapa saksi, bahwa dia telah memberikan pangkalan minyak dan uang kepada terlapor, karena saat itu, ia mencalonkan sebagai anggota DPRD, terlapor merupakan salah satu tim suksesnya. Sementara Taufan mengaku semenjak Irfan terpilih sebagai anggota DPRD tidak pernah memberikan apa-apa. (mn)

Baca Juga  Seleksi Calon Panwas Kabupaten/Kota Tak Pungut Biaya
Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.