Helny Maudy Leke Pimpin Partai Berkarya Halut

TOBELO- Partai Berkarya kabupaten Halmahera Utara bergejolak akibat kisruh internal. Berdasarakan surat keputusan (SK) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Maluku Utara melalui surat nomor SK-002/DPW-PB-MALUT/lI/2019, menonaktifkan Sudirman Yoba selaku ketua Dewan Pengurus Partai Berkarya Kabupaten Halmahera Utara dan Astuti Nabiu selaku bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Halrmahera Utara dan mengangkat Helny Moudy Leke sebagai pelaksana tugas ketua Dewan Pengurus Partai Berkarya Kabupaten Halmahera Utara serta Fatma Lamahamu sebagai pelaksana tugas bendahara, Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Halmahera Utara.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Maluku Utara, Bahrun Husen mengatakan pergantian struktur DPD partai Berkarya kabupaten Halmahera Utara sudah sesuai dengan AD/RT, ” jadi DPD partai Berkarya Halmahera Utara yang dipimpin Helny Maudy Leke melaksanakan tugas periode 07 Maret 2019 Sampai dengan 07 Agustus 2019,” jelas Bahrun Husen di kantor DPD Partai Berkarya Halut, selasa (12/03/2019).


Menurutnya, alasan menonaktifkan Sudirman Yoba selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Halmahera Utara, karena ia tidak melaksankan rapat kordinasi dan konsolidasi baik antara pengurus harian maupun calon anggota legislatif di kabupaten Halmahera Utara, selain itu, ia juga tidak patuh menjalankan tugas dan instruksi partai sebagaimana mestinya karena tidak mengakui keabsahan surat keputusan nomor SK 054/DPP-BERKARYA/1/2019, ” selama beliau sebagai ketua DPD, tidak pernah melaksanakan rapat kordinasi dan konsolidasi, bahkan para caleg juga tidak saling mengenal, kami undang konsolidasi juga tidak hadir,” ujarnya.
Sementara untuk Astuti Nabiu selaku bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Berkarya Kabupaten Halmahera Utara, karena sudah tidak berdomisili lagi dikabupaten Halmahera Utara, “sesuai dengan peraturan dan kebijakan partai, dalam rangka kelangsungan serta eksistensi partai, menuju Pemilu 17 April 2019,” katanya.

Baca Juga  Peringati 6 Tahun, Bawaslu Malut Refleksi dan Proyeksi Hadapi Pemilu 2019


Sementara itu, Plt ketua DPD Partai Berkarya Halmahera Utara, Helny Moudy Leke mengatakan akan melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh partai kepada dirinya, ” pastinya saya siap menjalankan tugas yang di percayakan oleh DPW partai Berkarya kepada saya,” ucapnya.
Ia juga berjanji dalam waktu dekat melakukan konsolidasi organisasi partai dengan mengundang seluruh pengurus maupun caleg,” saya juga akan membesarkan partai Berkarya di Halut,” katanya.
Sedangkan, Ketua DPD partai Berkarya nonaktif, Sudirman Yoba menyebutkan pergantian kepengurusan yang dilakukan oleh DPW partai Berkarya Malut tidak sesuai dengan AD/RT partai, karena itu ia bersama teman-teman akan melaporkan hal tersebut ke DPP,” ini tidak boleh dilakukan karena tidak sesuai dengan AD/RT Partai bahkan 10 SK Plt kabupaten kota di Malut sudah dicabut,” jelasnya.
Ia mengatakan rapat yang dilakasanakan oleh DPW parai Berkarya bersama Caleg di rumah Helny Maudy Leke hanya dihadiri tiga orang caleg, artinya mereka tidak mengakui SK DPW, ”  jadi tiga orang Caleg yang hadir itu, masih mendukung saya sebagai Ketua, jumlah caleg total 34 orang Propinsi 9 orang dan kabupaten 25 orang,” tandasnya. (mn)

Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.