Belum Inkrah, Soetjipto Sibit Minta Keluarga Bopeng Kosongkan Rumah

TERNATE,HR–—Soetjipto Sibit meminta rumahnya yang ditempati keluarga Bopeng dikosongkan. Kenapa tidak, rumah yang dibangun di atas lahan berukuran 412 M2  di Jalan Hasan Esa Kelurahan Takoma, masih sah secara hukum milik Soetjipto karena memiliki sertifikat dan belum  inkra atau putusan  hukum yang mengikat.

“Tanah tersebut masih sah secarah hukum milik kami, karena putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan ahli waris keluarga Bopeng, masih lemah karena belum ingkra atau putusan hukum yang mengikat,” ujar Soetjipto Sibit kepada wartawan belum lama ini.

Soetjipto Sibit kepada wartawan  mengatakan, putusan Mahkamah Agung bernomor 3812/K/Pdt/1989 tentang sengketa sibadang itu putusanya masih sangat lemah. Dia menceritakan, perakara ini awalnya tanah beserta bangunan rumah lama milik almarhum Muhammad Bopeng itu, dibeli pada tahun 1980. Pembelian itu berdasarkan  bukti surat kekasih atau surat keterangan yang ditandatangani oleh Muhammad Bopeng (Almarhum), Idrus Bopeng (Almarhum), Muna Quilim, dan Akil Bopeng serta surat perjanjian jual beli melalui Idrus Bopeng,  anak almrhum waktu itu dengan harga Rp 12.500.000.

Setelah akta jual beli ditanda tangani,  dilanjutkan mengurus  sertifikat kepemilikan  ke Badan Pertanahan Nasional kabupaten Maluku Utara, maka terbitlah sertifikat hak milik nomor 4. Dalam surat perjanjian jual beli antara Idrus Bopeng selaku pihak pertama dengan Soetjipto Sibit pihak pembeli atau disebut pihak kedua.

Pasal pertama menyatakan pihak pertama telah menjual kepada pihak kedua membeli dari pihak kedua sebidang tanah dengan bangunan diatasnya sesuai gambar situasi dengan nomor 7/SPT/B.II/1980 dan surat keputusan gubernur maluku nomor 288/HM/MU/80 tanggal  9 Juli 1980 seluas 412 M2 atas nama Idrus Bopeng.

Pasal kedua, harga penjualan sebesar Rp. 12.500.000. dan pihak pertama berkewajiban menyelasikan semua biaya guna merampungkan sertifikat hak milik sesuai gambar situasi dan SK Gubernur. Namun seiring waktu ahli waris anak almarhum, Umar Muhammad Bopeng dan Aisun Bopeng tiba-tiba melakukan gugatan tanpa dasar yang pasti.

Baca Juga  Kejari Morotai Bidik Pembebasan Lahan Fiktif

Menurut dia, dalam proses persidangan pertama di pengadilan negeri (PN) Ternate waktu itu perkara ini dimenangkan  dirinya selaku pihak tergugat. Ternyata pihak penggugat belum puas dan melakukan banding di Pengadilan Tinggi Maluku Utara  dan menang. Perkara ini kemudian berlanjut saat dilakukan kasasi di MA.

Namun karena penasehat hukum pihak tergugat, Hendra Karianga waktu itu terlambat mamasukan memori kasasi sehingga MA mengabaikan dan memutuskan beberap poin tentang hak tanah itu milik ahli waris sesuai acuan putusan banding pengadilan tinggi.

Meski demikian, perkara ini terdapat keganjalan karena salinan putusan MA  tidak diberikan  kepada  tergugat sebagai bentuk berita acara ekseskusi. Anehnya lagi, dalam perkara itu tidak sedikitpun menyinggung bangunan baru rumah yang didirikan. Padahal bangunan lama atau rumah lama setelah dibeli  langsung dibongkar dan  dibangun ulang dengan izin membangun baru kemudian digugagat  ahli waris. “Ini menandakan perkara ini belum inkra karena putusan MA tidak ada berita acara eksekusi yang saya  terima,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini perkara tersebut didiamkan karena satu sisi Umar Bopeng menggap dirinya menang. Padahal yang bersangkutan pernah  berdialog hanya sekali dihadapan ketua Pengadilan,  Abas Said, bahwa putusan MA  tidak bisa jalan, lebih baik  mediasi secara baik-baik  untuk proses ganti rugi  dengan nilai sebesar Rp 150 juta.

“Ketua pengadilan waktu itu menyarakan untuk dimediasi karena berita acaranya tidak jalan. Jadi kasus ini beserta bagunan rumah   status quo. Tapi keluargasaya menilai perkara ini tidak boleh didiamkan harus didudukan hukumnya secara proposional supaya jelas,” ujar Soetjipto.

Sementara Umar Muhamad Bopeng saat dikonfirmasi mengangap perkara dengan nomor 3812/K/Pdt/1989  sudah sesuai  putusan Mahkamah Agung. “Beberapa poin  putusan Mahkamah itu jelas dan final otamatis perkara telah selasi di MA,” tandasnya.(red)

Baca Juga  Walikota Ternate Didesak Copot Camat Batang Dua
Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.