Bangun Smelter Berteknologi Tinggi, Harita Nickel Siapkan Dana Rp.8,4 Triliun

KAWASI,HR—-—Untuk menambah daya produksi, Harita Nickel, dalam waku dekat, akan membangun satu unit fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (Smelter) lagi berukuran raksasa di atas lahan seluas 80 hektar. Bila sebelumnya, melalui anak perusahaan Harita Group, yakni PT. Megah Surya Pertiwi (PTMSP), telah membangun Smelter dengan nilai investasi sekitar US$ 320 juta, atau Rp4,16 triliun (kurs Rp 13.000), maka PT. Harita Nikel, akan membangun satu smelter lagi, dengan total nilai investasi berkisar US$ 650 juta, atau Rp8 triliyun 450 milyar.
Menurut Chief Deputy Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman, ada beberapa Ore Nickel (ON) dengan kadar rendah, yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan smelter di Indonesia. Smelter baru ini, kata Alexander, akan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai produk akhirnya.


“Ada ON setelah ditambang, ada beberapa yang langsungkan dimasukan ke dalam smelter. Namun ada beberapa juga yang diekspor. Kenapa kita ekspor, karena di Indonesia belum ada teknologi yang bisa mengolahnya. Sebab dinilai tidak ekonomis. Nah, smelter yang akan dibangun ini, misalnya kadar ON rendah, atau oleh pabrik-pabrik pengolahan menilai kualitas ON kurang bagus, bisa kami olah untuk digunakan di dalam negeri,” ungkap Alexander.
Diharapkan, lanjut Alexander, melalui pembangunan smelter yang baru ini, juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Dan pabrik yang baru ini, akan menggunakan teknologi tinggi pertama di Indonesia.
Alexander memaparkan, management perusahaan sangat berharap, dengan datangnya investasi baru ini juga, akan membawa pengembangan bagi pembangunan daerah, baik dalam bentuk pajak, juga dalam bentuk resapan tenaga kerja, khususnya di Maluku Utara. Dan dengan adanya smelter baru ini, akan menciptakan kurang lebih dua ribu pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.
Saat ditanyai soal tenaga kerja, Alexander mengatakan, PT Harita memperkejakan kurang lebih sekitar 1.600 pekerja TKI di tambang, sekitar 2.000 pekerja TKI di pabrik, dan sekitar 280 TKA dari China yang bekerja di pabrik. Beberapa TKA yang ada di pabrik itu diperuntukan bukan hanya untuk operasional mesin, tapi juga untuk melatih TKI dalam proses transfer teknologi. Karena mesin dan teknologi dari China, maka pelatihan dan transfer teknologi menjadi bagian penting dalam pekerjaan di smelter.
“Untuk memastikan proses ini berjalan dengan baik, Harita juga sudah pernah mengirim 242 Tenaga Kerja Indonesia ke China untuk belajar di sana beberapa bulan. Dari 242 anak bangsa ini, 177 adalah putra daerah, dan sisanya adalah siswa-siswa terbaik yang diambil dari Surabaya, Jakarta, Malang dan Ambon,” ucap Alexander.
Harita Nickel juga lanjut Alexander, tetap komitmen melakukan praktek penambangan yang baik dan bertanggung jawab. Dari segi manajemen lingkungan, untuk memastikan implikasi pencemaran lingkungan yang disebabkan tercampurnya tanah pertambangan dan air hujan, Harita telah menyiapkan sediment pond (kolam sedimen) yang bertugas menyaring air sebelum masuk ke laut.
“Kami pastikan, kalau area tambang kita mempunyai saluran penangkapan air yang terarah, bila hujan datang, air yang tercampur dengan tanah bisa tersalur dengan baik ke sediment pond, disaring lebih dahulu, lalu disalurkan ke laut,” jelas Manager Mine Environment PT Harita, Primus Priyanto.
Primus menambahkan, dengan sediment pond ini juga, fungsinya menetralisir unsur tanah yang terbawa air hujan, sehingga menjaga agar laut tetapi biru. Dan salah satu tanggung jawab perusahaan tambang juga, adalah menimbun dan menanam ulang area bekas tambang bila sudah selesai.
Ditambahkan, komitmen Harita Nickel ini juga sudah jelas dilaksanakan dengan baik. Dimana dari 296.67 hektar yang sudah ditambang, 113 hektar masih aktif ditambang, 181.74 hektar sudah direklamasi kembali , dan sisanya sedang dalam proses penanaman. Dan untuk menjaga kualitas serta keberhasilan proyek reklamasi ini, Harita Nickel menyiapkan area pembibitan yang dikontrol dengan baik.

Baca Juga  Jurnalis Malut Minta Kapolres Way Kanan Dicopot

“Untuk memastikan dan menjaga keendemikan jenis tanaman yang ditanam ulang, dan juga ketahanan bibit saat sudah ditanam di alam liar,”jelasnya.(asfa)

Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.