Melihat Dari Dekat Tambang Nickel PT Harita Nickel

KAWASI,HR——Provinsi Maluku Utara dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Salah satu material berharga yang terkandung di tanah Maluku Utara adalah nikel. Logam nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain untuk membentuk campuran karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi.

Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin, peralatan makan bahkan gerbong kereta.

Halmahera Raya berkesempatan mengunjungi tambang nikel di Desa Kawasi Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, milik PT Harita Nickel Group.

Alexander Lieman, Deputy Head Exrel dan CSR mengatakan Harita Nickel yang terdiri dari PT Trimegah Bangun Persada, PT Gane Permai Sentosa dan PT Megah Surya Pertiwi telah menyiapkan lahan seluas 80 hektar untuk membangun smelter baru dengan  menyiapkan investasi sebesar US$ 650 juta.

Menurutnya, Smelter baru ini akan bisa memproses Ore Nickel dengan kadar rendah yang selama ini tidak bisa dimanfaatkan oleh smelter di Indonesia. Smelter baru ini akan menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai produk akhirnya.

Dikatakannya, pihak management perusahaan sangat berharap dengan datangnya investasi baru ini juga akan membawa pengembangan bagi pembangunan daerah baik dalam bentuk pajak dan juga dalam bentuk resapan tenaga kerja di daerah Maluku Utara.

“Dengan adanya smelter baru ini akan menciptakan kurang lebih 2.000 pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia,”harapnya.

Dia menambahkan, Harita memperkejakan kurang lebih sekitar 1.600 pekerja TKI di tambang, sekitar 2.000 pekerja TKI di Pabrik dan sekitar 280 TKA dari China yang bekerja di Pabrik.

”Kalau beberapaTKA yang ada di Pabrik diperuntukan bukan hanya untuk operasional mesin, tapi juga untuk melatih TKI dalam proses transfer teknologi. Karena mesin dan teknologi dari China pelatihan dan transfer teknologi menjadi sebuah bagian penting dalam pekerjaan di Smelter,”tuturnya.

Baca Juga  AMP Desak Polda Malut Tahan Bupati Benny Laos

Lanjut Alexander,  untuk memastikan proses ini berjalan dengan baik, Harita juga sudah pernah mengirim 242 Tenaga Kerja Indonesia ke China untuk belajar disana untuk beberapa bulan. Dari 242 Anak Bangsa ini, 177 adalah putra daerah, dimana sisanya adalah siswa-siswa terbaik yang diambil dari Surabaya, Jakarta, Malang dan Ambon.

Selain itu, Harita Nickel juga tetap berkomitment dalam melakukan praktik-praktik penambangan yang baik dan bertanggung jawab. Dari segi manajemen lingkungan, untuk memastikan implikasi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh tercampurnya tanah pertambangan dan air hujan; Harita telah mempersiapkan Sediment Pond (Kolam sedimen) yang bertugas untuk menjadi penyaring air sebelum masuk ke laut. Primus Priyanto, selaku Manager Mine Environment berkomentar.

“Kami pastikan kalau area tambang kita mempunyai saluran penangkapan air yang terarah, agar bila hujan datang, air yang tercampur dengan tanah bisa tersalur dengan baik ke sediment pond, disaring dahulu, lalu baru disalurkan ke laut. Dengan Sediment Pond inipun juga menetralisir unsur tanah yang terbawa air hujan sehingga laut tetapi biru,”jelasnya.

Sementara salah satu tanggung jawab perusahaan tambang jugalah untuk menimbun dan menanam ulang area bekas tambang bila sudah selesai. Komitmen Harita Nickel inipun juga sudah jelas dilaksanakan dengan baik dimana dari 296.67 Ha yang sudah ditambang, 113 Ha masih aktif ditambang, 181.74 Ha sudah direklamasi kembali dan sisanya sedang dalam proses penanaman.

“Untuk menjaga kualitas dan keberhasilan proyek reklamasi ini, Harita Nickel mempersiapkan area pembibitan yang dikontrol dengan baik untuk memastikan dan menjaga keendemikan jenis tanaman yang ditanam ulang dan juga ketahanan bibit saat sudah ditanam di alam liar,”tandasnya.(asfa)

Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.