Polres Halut Tetapkan Tersangka Penganiayaan dan Pengeroyokan Hayun Galela

TOBELO, HR—-Polres Halmahera Utara menetapkan dua orang tersangka penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Hayun Galela (52), warga desa Igobula kecamatan Galela Selatan.
Kedua orang tersangka penganiayaan dan pengeroyokan  masing-masing Beni Samalagi (50) warga Desa Wari, Kecamatan Tobelo dan Yonis Tongo Tongo (42) warga Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo.
Kasat Reskrim Polres Halut AKP Rusli Mangoda mengatakan penetapan kedua tersangka tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, “Kedua terlapor penganiayaan terhadap HG, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan proses penahanan terhadap keduanya,” jelas Kasat Reskrim Polres Halut, AKP Rusli Mangoda (20/12/2018).
Menurutnya, Penetapan tersangka, YT dan BS sudah sesuai dengan pasal 170 KUHP, dan atau Pasal 351 tentang penganiayaan. Dengan ancaman hukuman minimal diatas 7 tahun penjara.” Ada empat kasus yang sementara diproses, selain kasus penganiayaan dan pengeroyokan, ada juga kasus penganiayaan dengan korban Anda Galela, kemudian kasus pengrusakan kantor DPRD dan fasilitas kantor bupati,” jelasnya.
Ia menambahkan selain dua orang tersangka, penyidik masih mengembangkan pemeriksaan untuk menetapkan tersangka lain, ” bisa saja lebih dari dua orang tersangka,” kata
Pantauan di Mapolres Halut, tersangka YT alias Yones diperiksa oleh Ipda Aktuin Moniharapun sedangkan BS alias Beny di periksa Bripka Iskandar Kharie, kedua tersangka didampingi kuasa hukum, Seli Bunga, SH.
Seperti dberitakan Hayun Galela (52) warga desa Igobula Kecamatan Galela Selatan, korban pengeroyokan melaporkan ke Polres Halmahera Utara. Senin (03/12/2018) lalu.
Laporan dengam nomor polisi STPL/434/SPKT/XII/2018, diterima oleh Aipda Rahmat Suprapto. Korban bernama Hayun Galela dianiaya sehingga mengalami patah tulang rusuk dibagian kanan.
Bahkan sebanyak 30 orang tim penasehat hukum yang tergabung dalam Aliansi Advokat Petani Kopra Maluku Utara (AAPK Malut) mendampingi korban penganiayaan kakak beradik Hayun Galela (52) dan Anda Galela (47) warga desa Igobula Kecamatan Galela Selatan.
Kedua korban itu, merupakan korban dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Buang Dkk, Yones Tongo Tongo dan Beny Samalagi Dkk, saat aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga kopra, didepan kantor DPRD dan kantor bupati Halmahera Utara. Rabu (28/11/2018) lalu. Aksi penganiayaan ini juga sempat menjadi viral di media sosial. (mn)

Baca Juga  Kantor SAR Ternate Gelar Pelatihan Potensi SAR di Halut
Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.