PWI : Wartawan Jadi Caleg atau Tim Sukses Capres Harus Cuti

TERNATE,HR——Untuk tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden tahun 2019, wartawan harus mengundurkan jika menjadi caleg atau tim sukses capres.
Hal ini terjadi di tubuh kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Maluku Utara (PWI Malut), ketua dan sejumlah pengurus teras telah mengajukan cuti dan disampaikan ke PWI pusat setelah mereka ditetapkan sebagai caleg beberapa waktu lalu oleh KPU.

“Mereka (yang menjadi caleg) kalau terpilih, bisa mengajukan pengunduran diri secara definitif,” kata Pelaksana Tugas (Plt) PWI Provinsi Maluku Utara, Halik Djokrora dalam siara pers, Senin (17/12/2018).

“Kita harus tetap teguh pada profesi kita. Kita harus berada di tengah-tengah. Kalau memihak, saya kira harus di luar profesinya. Tapi kalau jelas-jelas masuk tim, harus mundur dari keanggotaan. Peraturan Dewan Pers menetapkan, sebagai wartawan harus mundur, setelah tahapan selesai, baru masuk lagi,” kata Halik Djokrora.

Menurutnya, surat edaran Dewan Pers menyatakan dengan jelas pada pemilu 2019 nanti wartawan harus menjaga netralitas dan independensi. Untuk wartawan yang menjadi calon legeslatif (caleg) harus memilih antara cuti sementara atau mundur permanen.

“Wartawan nyaleg, dia harus mundur sebagai wartawan atau cuti sementara. Itu sesuai surat edaran No 2 tahun 2018. Hal ini jelas, wartawan yang nyaleg harus non aktif atau cuti sementara. Kalau nanti sudah masuk jadi anggota legeslatif, baru mundur sebagai wartawan,” tuturnya.

Hal ini dilakukan oleh Dewan Pers supaya tidak menganggu pemberitaan.

“Kalau dia membuat berita, kemudian terkait dengan partai dia, pasti itu akan diuntungkan. Dan itu sangat berpengaruh. Begitu juga sebaliknya, dia bisa jadi akan membenci atau menjelek-jelekan partai lawannya,” jelasnya.
Halik Djokrora mengakui, saat ini PWI Malut menerima banyak keluhan dan laporan dari pihak penyelenggara maupun sejumlah SKPD di beberapa kabupaten.

“Ya mereka mengeluh masih ada wartawan yang terdaftar sebagai caleg masih melakukan liputan di lapangan”, tutur Halik Djokrora.

Untuk itu PWI Malut juga berharap kepada pimpinan media agar tak lagi memberikan tugas liputan kepada wartawan yang telah menjadi caleg. Bahkan PWI Malut berharap narasumber dapat menolak wartawan caleg yang hendak meliput atau mengkonfirmasi terkait pemberitaan.(asfa)

Komentar Facebook
Baca Juga  Kapolda Malut Gelar Safari Ramadhan di Halteng

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.