Kasus Penganiayaan Petani Kelapa Resmi Dipolisikan

TOBELO, HR— Hayun Galela (52) dan Anda Galela (47) warga desa Igobula Kecamatan Galela Selatan korban pengeroyokan akhirnya resmi melaporkan ke Polres Halmahera Utara. Senin (03/12/2018)
Laporan dengam nomor polisi STPL/434/SPKT/XII/2018 dan STPL/435/SPKT/XII/2018 telah diterima oleh Aipda Rahmat Suprapto.
Kedua korban itu, yang juga sebagai petani kelapa di desa Igobula melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Buang Dkk, Yones Tongo Tongo dan Beni Dkk, saat aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga kopra, didepan kantor DPRD dan kantor bupati Halmahera Utara. Rabu (28/11/2018) lalu.
Korban bernama Hayun Galela dianiaya sehingga mengalami patah tulang rusuk dibagian kanan, sedangkan adiknya, Anda Galela mengalami luka robek dibagian kepala.
” kami sudah membuat laporan tindak pidana penganiayaan di Polres dan sekarang kami diminta untuk dilakukan visum di RSUD Tobelo, ” kata Hayun Galela, usai membuat laporan polisi.
Menurutnya, kasus penganiayan yang dialami bersama adiknya itu,  akan diserahkan ke tim penasehat hukum, ” kami pakai pengacara untuk proses pendampingan.” Ungkapnya.
Sementara itu, Tim Bantuan Hukum Aliansi Advokat Petani Kopra Maluku Utara (AAPK Malut), koordinator Taufik Syahri Layn SH. MH dan Abdulah Adam SH mengatakan Aliansi Advokat Petani Kopra Maluku Utara siap memberikan batuan hukum kepada petani kelapa yang membutuhkan pendampingan, ” kami secara sukarela mendampingi petani kelapa dalam proses hukum,” katanya.
Ia mengaku belum bisa memberikan komentar telalu banyak karena belum mengantongi surat kuasa dari korban,” mungkin besok, kalau sudah ada surat kuasa dari korban maka kita langsung memberikan pendampingan, ” ujarnya.
Terpisah, pihak DPRD Halut, berencana memanggil sejumlah oknum PNS Halut yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap petani kelapa, ” kita akan panggil oknum PNS yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan,” kata anggota DPRD Halut, Janlis Kitong.
Ia mengaku telah mengantongi nama-nama oknum PNS yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap petani kelapa, ” ada oknum pejabat yang diduga merekrut orang-orang non PNS untuk melakukan penjagaan di kantor bupati, ini juga menjadi catatan kami,” ujarnya.
Seperti diketahui, kakak beradik Hayun Galela dan Anda Galela menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang berpakaian preman, saat aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga kopra didepan kantor bupati Halmahera Utara. Aksi penganiayaan ini juga sempat menjadi viral di media sosial. (mn)

Baca Juga  Wabup Muhlis Jemput Mahasiswa Korban Gempa Palu di Makassar
Komentar Facebook

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.