HMI Halsel Desak Bupati Copot Kadis Pembohong

LABUHA,HR—-Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, didesak segera mencopot dua pimpinan SKPD yang diduga melakukan penipuan publik terkait data harga kopra di kabupaten Halsel.

Kedua pimpinan SKPD yang dimaksud yakni Ety Julianti Kadis Prindustrian dan Perdagangan (Prindag) serta Kadis Pertanian Halsel Sofyan Bachmid. Kedua kadis tersebut diduga sudah memberikan data harga kopra palsu ke Bupati Halsel Bahrain Kasuba, sehingga Bupati dengan manis menelan mentah-mentah data tersebut dan menyampaikan ke publik jika harga kopra di Halsel sudah naik dari Rp 2000 perkilo hingga tertinggi Tp 3.800 perkilo.

Penyataan Bupati Tersebut membuat polemik di Kabupaten Halsel hingga berujung aksi demo.

Menanggapi hal tersebut, aksi serupa digelar HMI Halsel Rabu (28/11/2018). Kali ini massa mendesak Bupati segera mencopot dua pimpinan SKPD.

“Bupati sebut data Rp.4000 perkilo itu lain kenyataan di lapangan lain, dikarenakan bobroknya kinerja dinas terkait, maka kami desak Bupati copot dua kadis Tersebut Kadis Pertanian dan Kadis perindag yang menyajikan data bohong.,”desaknya.

Sebelumnya, Bupati Kasuba di depan masa aksi Senin kemarin Mangatakan, harga kopra di Halsel sudah naik Rp.4000 perkilo. Sadisnya data yang di sampaikan Bupati berasal dari data bisikan Kadis Pertanian Sofyan Bachmid, tragisnya data tersebut juga berbeda dengan data Kadis Perindag Ety Julianti, Kepada wartawan Ety mengakui, harga kopra masih level tertinggi 3.800 rupiah perkilo.
“Masing – masing beda harga, Toko Mandiri Raya harga Rp.3.500 perkilo, kemudian Toko Bumi Mas Nusantara Rp 3.800 perkilo, Toko Tunas Muda Rp 3.000, UD. EDDY Rp 3.700 perkilo. serta BORERO Rp 3.500, Fluktuasi harga ikuti bursa AMSTERDAM hasil bumi. Harga pusat yang terendah Rp 5.900 sampai Rp.6.000 perkilo harga karena pengumpul inpor langsung ke Surabya,”jelas Ety via WhatsApp pribadinya.(echa).

Komentar Facebook
Baca Juga  Bupati Kasuba Sebut Kades Sidopo Tak Berguna

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.